FORKOM EKS MENWA UI



 
IndeksPortalMilisWebBeritaGalleryCalendarFAQPencarianPendaftaranLogin
PARA ALUMNI DAN ANGGOTA RESIMEN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA SILAHKAN BERGABUNG DI FORUM KOMUNIKASI INI ...
ANDA ANGKATAN APA?
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Similar topics
    Real Time Clock

    JADWAL SHOLAT
    HARI INI
    SELURUH WILAYAH INDONESIA





    ARAHKAN POINTER KE JAM
    UNTUK MELIHAT TANGGAL


    THE COSMIC AESTHETICS
    12:34:56 07/08/09
    09:09:09 09/09/09
    11:10:09 11/10/09


    Navigasi



    [ click to toggle ]

     mencakup situs utama,
     portal, forum, dan blog

     Komunitas
     ForKom EX MENWA UI [ini]
     ForKom Alumni FMIPA UI
     Forum Fisika
     Komunitas 19
     ForKom X SEMPAKA
     KOSTER Indonesia
     dll.

     Perusahaan
     BMW CC Services
     MegaMall BC
     Brilliant GI
     dll.

     Personal
     Achmad Firwany
     dll.

     Internet Presence Provider
     TESQscape

    E-MAIL ALUMNI MENWA
    DAFtar dan periksa disini
    provided and supported by :
    powered by :
    Latest topics
    » LENSA: 4 Cara Suap Resmi di Indonesia: Militer AS vs Militer RI
    4/3/2015, 14:55 by uddin_jaya4

    » SalamYonUI
    4/3/2015, 14:27 by uddin_jaya4

    » TEMU ALUMNI MENWA UI 2014
    5/3/2014, 22:11 by suci.pratiwi

    » KESAN: Pengalaman Sebagi Perwira TNI
    5/10/2013, 17:18 by hanung sunarwibowo

    » FOTO: LASARMIL MENWA UI 2010
    7/6/2011, 14:57 by roy

    » UCAPAN: Selamat Natal dan Tahun Baru
    28/12/2010, 11:37 by Administrator

    » jual kamera cctv 3G cam cuma 2,35jt aj
    21/12/2010, 10:06 by toekang.modem03

    » jual modem xtend pengganti supreme hrg terjangkau
    21/12/2010, 10:02 by toekang.modem03

    » ESAI: Negara Manakah Terkaya di Dunia?
    1/9/2010, 01:56 by Administrator

    » WEBINFO: Alamat Internet Situs Alumni MENWA UI
    23/8/2010, 03:04 by Administrator

    » WEBINFO: E-mail Alumni MENWA
    23/8/2010, 02:32 by TESQSCAPE

    » INTRO: TESQSCAPE
    23/8/2010, 02:26 by TESQSCAPE

    » LENSA: Pendidikan Bela Negara MENWA UI
    23/7/2010, 06:50 by Administrator

    » WTS: M1306 Black 300rb + PCI Serial + USB 3.0
    20/7/2010, 11:28 by toekang.modem03

    » KOSMOS: Semesta Kita Ternyata Hologram Raksasa
    22/2/2010, 08:44 by Administrator

    » HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"
    11/1/2010, 20:47 by Administrator

    » KASUS: Mengungkap Skrenario Di Balik Kasus Antasari - Rani - Nasruddin
    11/1/2010, 20:41 by Administrator

    » KASUS: Cicak VS Buaya | KPK VS POLRI: Skandal Bank Century dan Keterlibatan Para Petinggi Negara RI
    11/1/2010, 20:37 by Administrator

    » LENSA: KontroVersi MENKES RI: NAMRU-2 Alat Intelijen AS di Indonesia
    4/1/2010, 08:33 by Administrator

    » LENSA: KontroVersi Kabinet: Rahasia dibalik Bursa Pemilihan Para Menteri SBY
    4/1/2010, 08:17 by Administrator

    » KONTROVERSI: BALIBO: Pembantaian Lima Wartawan Australia oleh TNI di TimTim
    4/1/2010, 07:22 by Administrator

    » WTS: WaveCom Terlengkap Buat Server Pulsa
    10/12/2009, 11:10 by toekang.modem03

    » INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Enjoy Urus Hilir Migas
    15/10/2009, 06:50 by Administrator

    » INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Calon Kuat Menteri ESDM?
    15/10/2009, 05:26 by Administrator

    » INFO ALUMNI: Tubagus Haryono Dianugerahkan Tanda Kehormatan SatyaLancana WiraKarya
    15/10/2009, 05:24 by Administrator

    » LENSA: OutBound di Lingkungan MENWA UI
    8/10/2009, 19:00 by Administrator

    » INFOTEK: REAL-KILLER CELLULAR FIREGUN: Senjata Api Pembunuh Berbentuk PonSel
    26/9/2009, 15:23 by EE ONE S

    » INFOTEK: ANTICRIME CELL STUNGUN: Senjata BelaDiri Kejutan-Listrik Tegangan-Tinggi Berbentuk PonSel
    26/9/2009, 14:45 by EE ONE S

    » KULTUM: FITHR dan FITHRAH. Apa Ma'na Sebenarnya?
    26/9/2009, 13:48 by EE ONE S

    » UCAPAN: Selamat 'Iydul Fithri - Mohon Ma'af Lahir dan Bathin
    26/9/2009, 07:52 by Administrator

    » KULTUM: SHILATURRAHIMI: Kenapa? Untuk Apa? Bagaimana?
    26/9/2009, 06:50 by Administrator

    » DIKLAT: Terjun | AeroSport: Parachuting + Sky Diving
    25/9/2009, 08:34 by Administrator

    » LOGO: Forum Komunikasi Alumni MENWA UI
    25/9/2009, 08:26 by Administrator

    » INFO: Angkatan MENWA UI
    22/9/2009, 18:35 by hanung sunarwibowo

    » LAPOR: Hanung Sunarwibowo 1987: Calon Tamtama Baru
    22/9/2009, 17:38 by Administrator

    » INFO: Hari-Raya Lebaran | 'Iydul Fithri 1 Syawal 1430 H = 20 September 2009 M
    16/9/2009, 17:49 by Administrator

    » NEWS: UI Targetkan Beasiswa Capai Rp 40 Miliar
    16/9/2009, 16:58 by Administrator

    » LENSA: Wujud Nyata Toleransi Antar Umat Beragama
    28/8/2009, 07:26 by Administrator

    » DZIKIR: Muslim? Segera Dirikan Sholat. Waktu Tiba. Allah Tunggu Laporan Anda!!!
    28/8/2009, 04:50 by Administrator

    » ACARA: Buka Puasa Bersama MENWA UI 2009: Sabtu 05-09-09 16:00 WIB
    27/8/2009, 20:26 by Administrator

    » LAPOR: Arfan. Angkatan Rencong. Salam
    27/8/2009, 20:13 by Administrator

    » PUASA: Jadwal Sholat dan Imsyak Ramadhan Seluruh Wilayah Indonesia
    23/8/2009, 12:27 by Administrator

    » NEWS: Jakarta Kembali Diguncang Teror Bom 17-07-09
    8/8/2009, 18:16 by Administrator

    » INFO: Uang Pecahan Baru Rp 2.000
    20/7/2009, 08:24 by Administrator

    » UCAPAN: Met UlTah ... ... ...
    19/7/2009, 21:38 by Mona Liza

    » UNIK: A Very Special Time Forever: 12:34:56 07/08/09
    19/7/2009, 06:51 by Administrator

    » SERBA-SERBI: Sesal Dahulu Pendapatan. Sesal Kemudian Tak Berguna
    18/7/2009, 10:10 by Administrator

    » KONFERENSI PERS SBY: INFO BIN: SBY Akan Ditembak Teroris di Kepala
    18/7/2009, 10:00 by Administrator

    » LAPOR: Lapor Juga: Mona Liza Merpati ...
    18/7/2009, 09:51 by Administrator

    » LAPOR: Andra. Arjuna 96: Salam Kenal
    18/7/2009, 09:49 by Administrator

    Top posters
    Administrator (383)
     
    uddin_jaya4 (48)
     
    EE ONE S (36)
     
    ben (29)
     
    hanung sunarwibowo (12)
     
    Dedy Afianto (10)
     
    Chandra Susanto (5)
     
    toekang.modem03 (4)
     
    Mona Liza (4)
     
    PROTEK (2)
     
    Statistics
    Total 113 user terdaftar
    User terdaftar terakhir adalah rmochtar

    Total 546 kiriman artikel dari user in 117 subjects
    User Yang Sedang Online
    Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

    Tidak ada

    User online terbanyak adalah 34 pada 4/6/2013, 23:59
    Pencarian
     
     

    Display results as :
     
    Rechercher Advanced Search
    November 2018
    MonTueWedThuFriSatSun
       1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
    CalendarCalendar
    MILIS EXMENWA-UI

    Untuk yang sudah bergabung



    klik ikon diatas ini untuk
    melihat pesan e-mail terakhir!



    Untuk yang belum bergabung



    klik ikon diatas ini untuk
    menjadi anggota milis.
    Berita Terkini
    UNIVERSITAS INDONESIA


    Provided By :
    Administrator Forum EXMENWA-UI


    Provided By :
    Administrator Forum EXMENWA-UI


    Provided By :
    Administrator Forum EXMENWA-UI
    Poll
    Anda Angkatan Apa?
    WALAWA | SATGASMA
    7%
     7% [ 1 ]
    Kalong
    7%
     7% [ 1 ]
    Garuda
    0%
     0% [ 0 ]
    Rajawali
    0%
     0% [ 0 ]
    Jaya IV
    7%
     7% [ 1 ]
    Yudha
    0%
     0% [ 0 ]
    Ksatria
    0%
     0% [ 0 ]
    Mandala
    7%
     7% [ 1 ]
    Elang
    0%
     0% [ 0 ]
    Kobra
    14%
     14% [ 2 ]
    Lumba-Lumba
    0%
     0% [ 0 ]
    Cakra
    0%
     0% [ 0 ]
    Merpati
    7%
     7% [ 1 ]
    Kamboja
    0%
     0% [ 0 ]
    Seroja
    0%
     0% [ 0 ]
    Pasopati
    0%
     0% [ 0 ]
    Bima
    0%
     0% [ 0 ]
    Arjuna
    7%
     7% [ 1 ]
    Yudistira
    0%
     0% [ 0 ]
    Kresna
    0%
     0% [ 0 ]
    Nakula-Sadewa
    0%
     0% [ 0 ]
    Gagak
    0%
     0% [ 0 ]
    Rencong
    14%
     14% [ 2 ]
    Wira Makara
    0%
     0% [ 0 ]
    Lainnya
    29%
     29% [ 4 ]
    Total Suara : 14
    Internet Banking
    Iklan

    Share | 
     

     HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"

    Go down 
    Pilih halaman : Previous  1, 2, 3  Next
    PengirimMessage
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5721
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   3/1/2010, 19:08

    First topic message reminder :

    KONTROVERSI SEKITAR BUKU :

    "MEMBONGKAR GURITA CIKEAS: DIBALIK SKANDAL BANK CENTURY"


    alumni menwa ui, ex menwa ui, resimen mahasiswa universitas indonesia

    George Junus Aditjondro
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    George Junus Aditjondro (lahir pada 27 Mei 1946 di Pekalongan, Jawa Tengah) adalah seorang sosiolog asal Indonesia.

    Pada sekitar tahun 1994 dan 1995 nama Aditjondro menjadi dikenal luas sebagai pengkritik pemerintahan Soeharto mengenai kasus korupsi dan Timor Timur. Ia sempat harus meninggalkan Indonesia ke Australia dari tahun 1995 hingga 2002 dan dicekal oleh rezim Soeharto pada Maret 1998. Di Australia ia menjadi pengajar di Universitas Newcastle dalam bidang sosiologi. Sebelumnya saat di Indonesia ia juga mengajar di Universitas Kristen Satya Wacana.

    Saat hendak menghadiri sebuah lokakarya di Thailand pada November 2006, ia dicekal pihak imigrasi Thailand yang ternyata masih menggunakan surat cekal yang dikeluarkan Soeharto pada tahun 1998.

    Pada akhir bulan desember 2009, beberapa lama setelah peluncuran bukunya terakhir, Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyalurkan keprihatinanya atas isi buku tersebut. Buku itu sempat ditarik dari etalase toko walaupun pada saat itu belum ada keputusan hukum terhadap peredaran buku itu.



    Sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/George_Junus_Aditjondro
    Kembali Ke Atas Go down

    PengirimMessage
    Administrator
    Administrator
    Administrator


    Banyak Pemposan : 383
    Sejak : 02.12.07

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 05:36

    Pihak yang Tersinggung Diminta Elegan Respons 'Gurita Cikeas'

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pihak-pihak yang merasa tersinggung terhadap isi buku Membongkar Gurita Cikeas, Di Balik Skandal Bank Century karya George Junus Adijtondro diminta merespons secara elegan. Mereka diminta tidak perlu menggunakan cara-cara yang mengintimidasi tapi dengan mengeluarkan buku putih.

    Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Salang meminta pihak yang tidak senang agar tak mengancam atau menarik buku dari peredaran. Mereka dapat mengajukan gugatan untuk membuktikan kebenarannya.

    "Menggugat boleh saja tapi jangan menarik buku dari peredaran atau mengancam," kata Sebastian, Selasa (29/12). Jika dalam buku tersebut ada unsur kebohongan, boleh saja digugat ke pengadilan. Hal itu juga akan mendidik masyarakat agar lebih cerdas.

    Ia mengingatkan, semakin masyarakat tertekan dengan adanya ancaman-ancaman maka mereka justru akan semakin terdorong memberikan data-data kepada George Aditjondro.

    Buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Aditjondro menimbulkan kontroversi. Sejumlah pihak keberatan dan berencana menggugat buku tersebut. Salah satu yang berniat menggugat adalah Direktur LKBN Antara Mukhlis Yusuf karena keberatan dituding mengalihkan Public Service Obligation sebesar Rp 20,3 miliar kepada Bravo Media Center.

    AQIDA SWAMURTI

    Sumber:
    http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/12/29/brk,20091229-216285,id.html
    Selasa, 29 Desember 2009 | 21:18 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator


    Banyak Pemposan : 383
    Sejak : 02.12.07

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 05:39

    Membongkar Gurita Cikeas, Mengapa Heboh?

    Buku Membongkar Gurita Cikeas, karya George Aditjondro, hilang dari peredaran di Indonesia. Radio Nederland bertanya kepada Danang Widiyoko, peneliti korupsi pada Indonesian Corruption Watch.

    Apakah betul data yang dipakai George Aditjondro merupakan data umum yang bisa dibaca semua orang?

    Ha..ha..ha iya! Itu data sekunder. Nggak ada yang luar biasa dari buku itu. Cuma ini terbit pada waktu yang tepat, saat Bank Century lagi dipersoalkan, saat dana kampanye presiden lagi diteliti banyak orang.

    Century dipersoalkan karena dianggap bagian dari dana kampanye presiden yang tidak terungkap.

    Tidak ditindaklanjuti

    ICW dulu juga sudah pernah melaporkan Bank BTPN, yang notabene milik asing, menyumbang kepada SBY, tapi tidak pernah ditindaklanjuti. Kemudian sumbangan dari perusahaan, yang berada di gedung yang sama, di kantor yang sama, tapi kantornya bukan sebuah kantor yang wajar, yang normal.

    Itu juga sudah dilaporkan tapi tidak ditindaklanjuti.

    Atau data misalnya aliran dana dari Joko Tjandra, si buron koruptor itu, kepada Djoko Suyanto, ketua tim sukses SBY.

    Itu sudah diungkap oleh Bibit Samad Riyanto, ketika KPK harus melepas Joko Tjandra. Komisi Pemberantasan Korupsi melepas cekal Joko Tjandra karena memang ada aliran dana kepada Djoko Suyanto, yang sekarang menjabat menkopolkam.

    Sebenarnya pokok persoalan adalah dari mana sih duit SBY itu? itu menjadi keragu-raguan kita semua. Karena menurut laporan dana partai Demokrat dan dana tim sukses SBY itu luar biasa.

    Jangan-jangan duit Century mengalir ke tim sukses SBY juga.

    Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: Apakah buku George berisi insinuasi, atau memang tanpa diinsinuasi data-data itu merujuk ke SBY?

    Begini. Sebetulnya sejak awal banyak orang ragu atas laporan keuangan SBY. Nah George mengemas ulang bukti itu dan terbit pada saat yang tepat.

    RNW: Saya ingin konfirmasi, ketika George Aditjondro menyusun buku ini, data yang digunakan terbanyak dari ICW dan dia sering kontak dengan anda?

    Oiya dia beberapa kali tanya soal data ICW. Ya kita bagi saja. Data ICW kan ada situs internet.

    Ini heboh saja. Data mentahnya sudah ada. Cuma kemasan dari George kan bagus sekali. Dia menulis sangat naratif, dengan bahasa yang sederhana.

    Demikian Danang Widiyoko. Wawancara selengkapnya unduh di sini.



    Sumber:
    http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/membongkar-gurita-cikeas-mengapa-heboh
    Diterbitkan : 29 Desember 2009 - 2:30pm | Oleh Junito Drias
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5721
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 05:39

    Anggota Majelis SBY Nurusalam Akui Fasilitas Umroh ke Ulama

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Anggota Majelis Dzikir SBY Nurusalam, Damrizal, membenarkan kabar tentang pemberian fasilitas kepada sejumlah ulama untuk menjalankan ibadah umroh.

    “Itu program yang sudah dijalankan yayasan sejak lama. Bahkan, mungkin sampai dengan awal tahun 2009 ini masih ada yang berangkat,” ujar Damrizal ketika dihubungi Selasa (29/12).

    Damrizal menerangkan program itu merupakan aktivitas rutin yang diselenggarakan yayasan terhadap kalangan alim ulama yang belum pernah menunaikan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah. “Ada kriterianya. Mereka yang mendapat fasilitas itu hanya ulama yang tidak mampu. Jadi tidak sembarangan,” kata dia.

    Ia menjelaskan biaya perjalanan umroh terebut ditanggung oleh seluruh anggota. Bantuan pendanaan juga sangat tertolong oleh sosok ketua Yayasan Majelis Dzikir, Harris Thahir. “Dana seperti itu tidak terlalu besar bagi Pak Harris. Dia pengusaha yang memiliki infrastruktur perekonomian yang cukup mapan,” ujar dia.

    Adapun bagi ulama yang berkecukupan, pelaksanaan umroh harus ditanggung sendiri dan yang bersangkutan bisa berangkat secara bersamaan dengan ulama yang memperoleh fasilitas. “Jadi kesimpulan yang ada dalam buku (Membongkar Gurita Cikeas, Di Balik Skandal Bank Century) George Junus Aditjondro tidak sepenuhnya benar,” tegas dia.

    Damrizal menjelaskan, yayasan yang dibentuk pada 2005 itu juga kerap menggelar kegiatan sosial keagamaan di hampir seluruh provinsi di tanah air. Beberapa di antaranya adalah menyantuni anak yatim, memberikan beasiswa, menyantuni korban musibah alam hingga bantuan bagi sejumlah pondok pesantren.

    Ide pendirian yayasan tumbuh dari kesadaran sejumlah ulama untuk menerjemahkan konsep nasionalisme religius. Konsep ini, kata Damrizal, diwujudkan dalam bentuk ritual dzikir dan aktivitas sosial. “Jemaah kami tidak pernah berpikir tentang uang. Kompensasi yang mereka cari hanyalah pahala,” ujar mantan Ketua Umum Relawan SBY yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini.

    RIKY FERDIANTO

    Sumber:
    http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/12/29/brk,20091229-216292,id.html
    Selasa, 29 Desember 2009 | 22:22 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5721
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 05:42

    Ketua Yayasan Puri Cikeas Bantah Tudingan George Aditjondro

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Yayasan Puri Cikeas Suratto Siswodiharjo membantah yayasan yang dipimpinnya sebagai alat pengumpul dana kampanye Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilihan umum lalu. Menurut Suratto, yayasannya tak memiliki keterkaitan dengan Yudhoyono atau mesin politiknya sebagaimana tudingan George Junus Aditjondro dalam bukunya Membongkar Gurita Bisnis Cikeas, Di Balik Skandal Century.

    "Tidak mungkin. Pengurus yayasannya saja lintas partai," kata Suratto kepada Tempo di Jakarta, Selasa (29/12). "Kalau hanya ngasih ke Demokrat atau SBY, bagaimana partai yang lain?"

    Suratto menyebut sejumlah nama pengurus yayasan yang merupakan kader partai. Di antaranya, Jenderal (Purnawirawan) Subagyo HS yang berafiliasi ke Partai Hanura, Erry Purnomohadi (kader Partai Amanat Nasional), Lendo Novo (Partai Keadilan Sejahtera), dan Basar Simanjuntak (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). "Yang dari Golkar juga ada, tapi saya lupa namanya," kata dia.

    Pada Pemilihan Presiden 2009, Suratto menjabat Ketua Gerakan Pro-SBY, sayap pendukung Yudhoyono. Kendati demikian, kata dia, yayasan yang dipimpinnya tak berkaitan dengan sikap politiknya.

    Pensiunan jenderal bintang satu ini menjelaskan Yayasan Puri Cikeas dibentuk pada 2006 atas inisiatifnya, dibantu para tetangganya di perumahan Puri Cikeas. Sejak didirikan hingga saat ini, kata dia, yayasan tak pernah melibatkan Yudhoyono. "Meski tetanggaan sama SBY, saya nggak enak kalau melibatkan dia," ujar dia.

    Yayasan, dia melanjutkan, tak pernah menerima bantuan dari badan-badan usaha negara atau pemerintah. Seluruh dana yayasan, kata dia, berasal dari sumbangan swasta yang sifatnya tak mengikat. "Donatur terbesarnya, ya, saya," kata dia. "Saya yang sering nombokin."

    Lantaran dibiayai swasta, kas yayasan sering kering. "Silakan cek, saldonya minus," ujar dia.

    Suratto juga membantah putranya, Anton Sukartono, pernah menjabat Direktur Bank Bukopin dan Chief Executive Officer di sebuah perusahaan yang bernaung di bawah grup Bakrie, seperti yang ditulis Aditjondro dalam bukunya. "Anak saya tak pernah bekerja di sana," kata dia.

    ANTON SEPTIAN

    Sumber:
    http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/12/29/brk,20091229-216260,id.html
    Selasa, 29 Desember 2009 | 18:57 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5721
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 05:44

    Jimly Assiddiqie: 'Gurita Cikeas' Bukan Buku Ilmiah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Assiddiqie menilai buku Membongkar Gurita Cikeas, Di Balik Skandal Bank Century karya George Junu Aditjondro tidak dapat ditanggapi secara ilmiah sebab buku tersebut bukan buku ilmiah. Meski belum membacanya, Jimly mengatakan buku tersebut tak perlu ditanggapi secara berlebihan.

    "Dianggap sebagai angin lalu saja," kata Jimly di kantornya, hari ini (29/12).

    Menurut Jimly, sejumlah buku karya George Aditjondro yang diterbitkan sebelumnya sebagian besar merupakan opini. Sehingga, tidak dapat disebut sebagai karya ilmiah melainkan propaganda.

    Jimly berpendapat sebuah buku ilmiah tidak dapat menggunakan sumber media massa sebab media tidak termasuk sumber ilmiah. Media dapat dijadikan sumber penelitian jika berhubungan dengan analisa isi.

    Buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Aditjondro menimbulkan kontroversi. Sejumlah pihak keberatan dan berencana menggugat. Pihak yang keberatan antara lain Direktur LKBN Antara Mukhlis Yusuf. Mukhlis keberatan karena dituding mengalihkan Public Service Obligation sebesar Rp 20,3 miliar kepada Bravo Media Center.

    Jimmly menambahkan, pengajuan gugatan dapat dilakukan agar tidak terjadi fitnah, sehingga kebenarannya dapat dibuktikan di pengadilan. Meski memberikan opini juga merupakan sesuatu yang sah. "Boleh-boleh saja toh berpendapat, kalau tidak suka silakan gugat," kata dia.

    AQIDA SWAMURTI

    Sumber:
    http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/12/29/brk,20091229-216290,id.html
    Selasa, 29 Desember 2009 | 22:05 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5721
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 05:48

    Syamsu: Buku "Membongkar Gurita Cikeas" Harus Diteliti


    Jakarta (ANTARA News) - Mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal, menyatakan buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di balik Skandal Bank Century" karangan George Junus Aditjondro, harus diteliti dahulu kebenarannya.

    "Seharusnya buku itu diteliti dahulu, baru dikomentari," katanya, di Jakarta, Senin.

    Ia mengatakan jika dari hasil penelitiannya bahwa isinya hanya "ngarang" saja atau tanpa bukti. "Maka itu keterangan palsu," katanya.

    Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku masih mengkaji buku berjudul "Membongkar Gurita Cikeas; Di balik Skandal Bank Century" karangan George Junus Aditjondro.

    "Kejaksaan masih melakukan penelusuran dan pengkajian buku Membongkar Gurita Cikeas," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Didiek Darmanto, di Jakarta, Senin.

    Kapuspenkum menyatakan tim "clearing house" atau interdep yang terdiri dari Kejagung, Polri, BIN, Menkominfo dan MUI, akan bekerjaama untuk melakukan kajian terhadap beredarnya buktu tersebut.

    "Parameter pengkajian apakah buku itu telah mengganggu ketertiban umum dan harus dihubungkan dengan dasar-dasar tata tertib kehidupan rakyat dan negara pada suatu saat seperti merusak kepercayaan masyarakat terhadap pimpinan nasional, merugikan akhlak dan meresahkan masyarakat," katanya. (*)



    Sumber:
    http://www.antara.co.id/berita/1262027831/syamsu-buku-membongkar-gurita-cikeas-harus-diteliti
    Selasa, 29 Desember 2009 02:17 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5721
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 05:49

    Buku "George" Dinilai Hanya Lelucon Politik



    Jakarta (ANTARA News) – Mantan aktivis mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Hendra Ratu Prawira menilai buku berjudul “Membongkar Gurita Cikeas, Di Balik Skandal Bank Century” karangan George Junus Aditjondro yang diterbitkan oleh sebuah penerbitan di Yogyakarta hanya sebuah lelucon politik semata.

    “Buku ini kalau saya menilai hanya ingin mencari sensasi dan menarik perhatian publik. Hal yang sama juga pernah dilakukan George sekitar 17 tahun silam,” katanya di Jakarta, Selasa.

    Menurut ia, sekitar 17 tahun lalu saat saya menjadi penyelenggara sebuah seminar di kampus UII Yogyakarta saya dan mahasiswa lainya malah "ketiban apes" atas kelakuan George.

    "Saat itu kami mengadakan seminar yang bertema “Urgency pembangunan politik di Indonesia” yang salah satu pembicaranya menghadirkan George Junus Aditjondro. Namun, pada saat itu juga George malah me-launching Buku tentang harta kekayaan mantan Presiden Soeharto yang tidak jelas sumbernya," ujarnya.

    “Dengan peristiwa tersebut kami pihak penyelenggara justru berurusan dengan Polda DIY. Karena tidak akurasinya data tersebut kami berulang kali dipanggil ke Polda untuk menjalani pemeriksaan," katanya.

    Hendra Prawira menjelaskan, hal yang sama justru malah dilakukan George di penghujung tahun 2009. George malah menulis buku yang tidak jelas sumbernya dan merugikan pihak lain.

    Ia sependapat jika sejumlah instansi seperti LBKN ANTARA ingin melakukan somasi kepada George. Karena setiap instansi ataupun peorangan yang merasa dirugikan namanya bisa meminta perlindungan hukum.

    Hendra menyatakan, implikasi yang ditimbulkan oleh buku setebal 183 lembar ini banyak menimbulkan mosi tidak percaya masyarakat jika mereka membacanya secara mentah-mentah serta pihaknya juga mendesak agar George mau segera merivisi buku karanganya tersebut sebelum banyak beredar di kalangan masyarakat.

    "Tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan George dengan bukunya ini. Pemerintah diminta bersiap siap saja dengan segala kemungkinan yang akan terjadi dengan adanya buku karangan George ini," katanya. (*)



    Sumber:
    http://www.antara.co.id/berita/1262080600/buku-george-dinilai-hanya-lelucon-politik
    Selasa, 29 Desember 2009 16:56 WIB
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5721
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 05:56

    Buku Membongkar Gurita Cikeas Dilaunching



    JAKARTA--Buku kontroversial karya George Junus Aditjondro Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century bakal diluncurkan Rabu (30/12. Selain itu, bedah buku akan diisi diskusi bersama beberapa elemen masyarakat.

    Rencananya, peluncuran buku setebal 183 halaman ini akan diadakan di Doekoen Cafe, Pancoran, Jakarta Selatan sekitar jam 12.00 WIB. Sebelumnya buku ini telah diluncurkan penerbit Galang Press di Yogyakarta sepekan lalu.

    Buku ini telah mendatangkan kontroversi di tengah masayarakat, khususnya bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam buku ini. Bahkan isu penarikan buku-buku ini dari toko buku sudah berhembus sejak pertama kali buku ini diluncurkan ke pasaran.

    Pro kontra terhadap buku ini semakin mencuat saat Presiden RI SBY ikut bereaksi, lantaran substansi buku memuat data sekunder dari laman-laman website tentang dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta keluarganya dalam kasus Century. "Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana," terang George dalam bukunya.

    George dikenal sebagai sosok kritis. Ia pernah menjadi salah satu pengkritik tajam pemerintahan Soeharto, yang akhirnya membuatnya dicekal. wul/taq



    Sumber:
    http://www.republika.co.id/berita/98954/Buku_Membongkar_Gurita_Cikeas_Dilaunching
    By Republika Newsroom
    Rabu, 30 Desember 2009 pukul 09:55:00
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5721
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 05:58

    'Pengeplakan' Ramadhan Pohan di Peluncuran Buku Gurita Cikeas

    By Republika Newsroom


    'Pengeplakan' Ramadhan Pohan di Peluncuran Buku Gurita CikeasPALUPI AULIANI/REPUBLIKA

    JAKARTA--Peluncuran buku 'Membongkar Gurita Cikeas' karya George Junus Aditjondro diwarnai aksi pemukulan terhadap Ramadhan Pohan. Meskipun George hanya menyebutnya sebagai 'keplak'. Sementara Ramadhan langsung meminta visum ke RS Jakarta dan melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya.

    ''Saya dipukul begitu akan pergi,'' keluh Ramadhan yang langsung beranjak dari lokasi peluncuran buku, di sebuah cafe di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (30/12). Setelah itu informasi terus beredar, mengikuti langkah Ramadhan yang mencari visum dan akan melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya.

    Semua bermula dari kedatangan Ramadhan dalam acara peluncuran tersebut. Panitia - Petisi 28 - menyatakan bahwa Ramadhan tidak masuk dalam daftar undangan. Boni Hargens dari Petisi 28 bahkan mengatakan dia telah tertipu Ramadhan. ''Ketika datang dia mengaku sebagai utusan Andi Arif. Tapi ketika giliran bicara ternyata atas nama pribadi,'' ujar dia.

    'Pemukulan' terjadi ketika Ramadhan terus saja mengatakan George telah berhalusinasi mengenai aliran dana Bank Century kepada dirinya. Dia sama sekali tak menjawab pertanyaan George, apakah benar Jurnal Nasional - satu koran nasional yang pernah dipimpinnya - menerima dana Rp 150 miliar dari Sampoerna.

    Ketika Ramadhan terus saja berceloteh bahwa dia dihina di kampung halamannya karena dianggap menerima aliran dana Bank Century, kesabaran George habis sudah. Dengan buku karyanya, dia menepis Ramadhan, melewati dua penanggap termasuk Boni.

    ''Saya keplak (tepis, red) dia supaya dia berhenti bicara tidak benar,'' kata George mengenai aksinya. Dia membantah tindakannya itu sebagai pemukulan. ''Saya ini orang tangan kanan. Kalau mau memukul dia, (saya pasti) pakai tangan kanan,'' kilah dia.

    Meski begitu, George mengaku bahwa dia memang terpancing emosi. Tiga kali berturut-turut, ujar dia, Ramadhan menyebutnya telah menipu dengan buku itu. ''(Saya tanya) betul atau tidak Sampoerna beri Rp 150 miliar ke korannya, selalu berputar-putar (jawabannya),'' kecam dia.

    George menyatakan keheranannya kenapa dia dalam tiga kali kesempatan berturut-turut harus berhadapan dengan Ramadhan. Dua kali sebelumnya adalah dalam acara di TVOne. ''Yang dia katakan halusinasi saya itu halusinasi dia,'' ujar George. Ramadhan memang terus menyebut George berhalusinasi mengenai aliran dana kepada dirinya.

    Padahal, kata George, di bukunya tak pernah disebutkan adanya aliran dana Bank Century kepada Ramadhan Pohan. Yang ada, sebut George, bukunya mengupas adanya uang Rp 150 miliar dari Sampoerna untuk Jurnal Nasional. ''Ada psikologis di sini. Dulu menerima dana dari Sampoerna dianggap tak kotor. Tapi setelah ada kaitan Budi Sampoerna dengan Bank Century, seolah jadi kotor,'' ujar dia.

    Dengan tiga kali kesempatan harus berhadapan dengan Ramadhan - dengan jawaban yang sama untuk pertanyaan serupa - membuat George berprasangka. ''Dengan tiga kali ini, jangan-jangan ini skenario untuk memancing emosi saya. Supaya isu buku ini dialihkan ke isu pemukulan,'' sebut dia.

    Adhi Massardi - dari Petisi 28 - langsung menyatakan siap bersaksi bahwa insiden yang terjadi bukanlah pemukulan. Sementara Boni juga mengatakan kalaupun itu disebut pukulan, tidaklah keras dan mungkin bahkan tidak kena langsung. Karena, kata Boni, tepisan buku George itu sempat mengenai pundak kiri Boni terlebih dahulu.

    ''George hanya menepis buku ke Ramadhan untuk menghentikan pembicaraannya yang menyebut George berhalusinasi,'' tegas Boni. Dia bahkan berkeyakinan Ramadhan hanya mencari sensasi. Karena, ujar dia, topik yang diungkit Ramadhan bukan inti (core, red) pembicaraan. ''Ramadhan tidak menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya,'' imbuh dia.

    Anggota petisi 28, Haris Rusli, yang juga menjadi moderator ketika insiden terjadi, menyatakan mereka telah menggandeng 28 pengacara muda untuk membela George. ''Kami sebagai penyelenggara, bertanggung jawab atas kejadian ini. Kami membentuk 28 pengacara untuk membela George,'' tegas dia.

    Haris pun menegaskan bahwa panitia tak pernah mengundang Ramadhan sebagai penanggap untuk peluncuran buku ini. ''Yang kami undang adalah tokoh-tokoh organisasi pemuda,'' tegas dia. Haris juga menyatakan kecamannya terhadap aksi demonstrasi berbau SARA yang mewarnai pula peluncuran buku tersebut. Salah satu poster yang diusung puluhan demonstran saat itu bertuliskan 'Made In Katholik'. ann/kpo

    Sumber:
    http://www.republika.co.id/berita/99115/Pengeplakan_Ramadhan_Pohan_di_Peluncuran_Buku_Gurita_Cikeas
    Rabu, 30 Desember 2009 pukul 18:43:00
    Kembali Ke Atas Go down
    Administrator
    Administrator
    Administrator
    avatar

    Male
    Banyak Pemposan : 383
    Poin : 5721
    Reputasi : 8
    Sejak : 02.12.07
    Predikat :
    • Alumnus
    Angkatan Tahun : SATGASMA 1976—1982
    Fakultas : FMIPA
    Profesi | Pekerjaan : IT Consultant
    Lokasi Domisili : Parung. Bogor | Sawangan. Depok
    Slogan : Tiap sesuatu adalah unik

    PostSubyek: Re: HEBOH: KontroVersi Sekitar Buku "Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century"   4/1/2010, 06:03

    George Aditjondro Pukul Ramadhan Pohan